SRI HARJANTO SAHID

Sri Harjanto Sahid lahir di Sragen, 25 November 1961. Menamatkan pendidikan di Akademi Seni Drama dan Film (ASDRAFI) tahun 1984 dan Jurusan Teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 1990. Terlibat aktif di beberapa grup teater sebagai aktor dan sutradara antara lain Teater Tikar, Sanggar Bambu, Teater Skala, Teater Jeprik, dan Teater Alam. Menulis 6 kumpulan puisi dan 25 naskah drama. Menulis di berbagai media massa berupa karya sastra dan esai. Tahun 1983-1985 meraih juara pertama tujuh kali dalam lomba baca puisi se-Jateng dan DIY. Tahun 1985 terpilih sebagai Aktor Terbaik dalam Festival Teater se-Indonesia di Jakarta. Tahun 1986 memenangkan juara pertama Lomba Tari Humor Nasional di TIM Jakarta bersama Cyntia Group. 1989 terpilih menjadi salah satu pembaca puisi terbaik dalam Gelar Sastra Nasional. Membuat 55 video pembacaan puisi diluncurkan di YouTube dan rutin membaca puisi di RBTV KOMPAS TV. Pengalaman  mengajar Teater dan Film di ISI, ASDRAFI, LPAV Mandiri, Pusat Pelatihan Akting Azwar AN, Bengkel Sastra Balai Bahasa Yogyakarta, Fakultas Sastra Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Abhiseka Yogyakarta. Memberikan workshop teater keliling kampus dan pusat budaya di berbagai kota. Di rumah melukis bersama istri dan lima anak.

Prestasi seni:
1.      Tahun 1983-1985 sebanyak tujuh kali berturut-turut menjadi juara pertama Lomba / Festival Baca Puisi se-Jateng dan DIY yang terselenggara di Yogyakarta, Semarang, Solo, Magelang.
2.      Tahun 1985 terpilih sebagai Aktor Terbaik dalam Festival Drama se-Indonesia di Jakarta memperebutkan Throphy Ibu Negara Tien Soeharto.
3.      Tahun 1986 memenangkan Lomba Tari Humor Nasional di TIM Jakarta bersama Sinthya grup.
4.      Terpilih sebagai 5 besar pembaca puisi terbaik dalam gelar Sastra Nasional di TIM Jakarta tahun 1989.
5.      Memperoleh lebih 100 piagam penghargaan seni dari berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah selaku duta seni dan tutor di bidang teater, sastra, seni rupa.

Karya sastra:
1.      Menulis 23 naskah drama dan monolog belum ada yang diterbitkan tapi sudah tersebar terbatas dan dipentaskan aktivis teater di berbagai provinsi. Antara lain, Penyair yang Terbunuh, Kisah Dua Lelaki Hamil, Kuda Liar dari Ruang Gelap, Pak Polisi, Revolusi Tinja, Tokoh, Drama di Balik Panggung, Pengarang, Kepala Pegadaian, Sang Kolektor, Pacar Nomor 21, Pesona Keabadian.
2.      Menulis 6 buah kumpulan puisi. Belum ada yang diterbitkan tapi sudah dibacakan di panggung sastra. Yaitu Cermin Kawin, Skenario, Mencari Tuhan di Zaman Edan, Purnama Tiga Hari, Senjakala Negara Republik Binatang Rimba, Sajak Lepas.
3.      Puisi dan cerpen terdapat dalam antologi Dua Penyair, Empat Wajah 61, Sajak Kerotog, Genderang Kurukasetra, Lukisan Matahari, Gerbong, Tamansari, Perempuan Bermulut Api, Tiga Peluru.
4.      Sejak 1980 telah menulis ratusan puisi, cerpen, esai budaya di koran, majalah dan jurnal seni serta katalog pameran seni rupa.

Karya Penyutradaraan:
Telah ratusan penyutradaraan dibuat untuk pentas panggung, drama televisi dan sinetron. Yang terpenting antara lain Fragmen Musuh Masyarakat (Ibsen) tahun 1986, Awas (Putu Wijaya) than 1987-1989, Penyair yang Terbunuh (Sri Harjanto Sahid) tahun 1997, Kebebasan Abadi (CM. Nas) tahun 1988, Misteri Rumah Sarjuni (TVRI Yogyakarta) tahun 1992.

Karya Keaktoran:
Telah ratusan kali main sebagai aktor teater dan sinetron. Yang terpenting antara lain dalam Kebebasan Abadi (CM. Nas), Sang Aktor (Noor W.A), Gandring Gugat (Noor W.A), Hamlet (Shakespeare), Oidipus di Kolanus (Sophocles), Awas (Putu Wijaya), Kidung (Hanung Bramantyo).

Pameran Seni Rupa:
Pameran tunggal di Kafe SOLO Surakarta, di TBY, di Galeri Sudut dan Galeri Ruang Tamu Yogyakarta. Puluhan kali pameran bersama di berbagai kota.

Aktivitas lain yang penting:
Mengelola perpustakaan pribadi dengan lebih 10.000 buku sastra dan budaya. Ada koleksi lebih 3.000 novel, 500 kumpulan puisi dan lebih 500 naskah drama, serta 2.000 katalog seni rupa. Mendokumentasikan majalah-majalah lama dari tahun 1910 seperti Soeloeh Pemoeda, Poedjangga Baroe, Zenith, Indonesia, Seni Budaya, Pustaka dan Budaya, Zaman Baru, Budaya, Horison, Basis dan lain-lain. Perpustakaan pribadi ini juga dipinjamkan gratis kepada kalangan umum dan akademisi untuk kepentingan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan sekadar kesenangan belaka. Dirintis sejak 1982 hingga sekarang ini.

Postingan populer dari blog ini

WARA ANINDYAH

Tentang Seruni Art Management