WARA ANINDYAH


Bagi Wara Anindyah, melukis adalah panggilan jiwa. Ia menjelaskan hal itu dalam autobiografinya yang berjudul "Melukis Mengolah Sukma". Selama berkarier sebagai seniman, Wara telah membuat berbagai lukisan dengan tema yang kaya. Pelukis yang lahir tahun 1969 ini sanggup melakukannya sambil mengerjakan tugas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Wara bahkan beberapa kali melukis di kanvas berukuran 190 cm x 500 cm.

Selama berhelat dengan salah satu genre seni rupa yakni seni lukis, Wara berpedoman pada kredo dan pandangan hidup yang dapat mengukuhkan eksistensinya sebagai kreator. Seorang pelukis yang bukan sekadar melahirkan karya-karya pabrikan, namun karya-karya murni.

Berkaitan dengan kredo, Wara berpendapat bahwa melukis yang merupakan aktivitas kreatifnya dipandang sebagai kebutuhan pokok sebagaimana bernapas dan makan. Melukis bukan sesuatu yang diada-adakan, melainkan menjadi bagian dari hidup sehari-hari. Ideologi juga berpengaruh, namun tidak menjadi sesuatu yang mutlak. Ideologi sekadar untuk masukan. Karenanya, semua karya Wara adalah murni dari dalam dirinya sendiri. Sehingga, kalau ada yang mempengaruhi, tetap dapat dikendalikannya.

Pameran Tunggal:
Daftar pameran tunggalnya adalah : di Kafe SOLO Surakarta (1997), Taman Budaya Surakarta (1998, 2001), Galeri Lontar Jakarta (1999), Taman Budaya Yogyakarta (2000), Galeri Cipta III TIM Jakarta (2000), Bentara Budaya Yogyakarta (2001), Bentara Budaya Jakarta (2001), Galeri Sudut Yogyakarta (2002), Galeri Ruang Tamu Yogyakarta (2003, 2006), Teater Besar STSI Surakarta (2004).

Penghargaan:
- Finalis Indonesia Art Award 2013.
- Indofood Art Award Nominasi 2002.
- Penghargaan Seniman Indonesia Paling Kreatif - Persatuan Wartawan Indonesia (Indonesian Press Association) tahun 2000.

Pementasan:
- Kolaborasi dengan Dr. Felicia Hughes-Freeland (antropolog Inggris) dan Seruni Bodjawati dalam art film berjudul “My Name Is Ratu Kidul”. Discreening di EASA Biennial Conference 2016, Milan, Italia.
- Difilmkan oleh sutradara Belanda Gerard Holthuis dalam bentuk film dokumenter tahun 2009.
- Lukisannya dijadikan sebagai pertunjukan tari bertajuk “Subur” oleh Dwi Maryani dalam tesis S2 nya di STSI Surakarta tahun 2004.

Pameran bersama (daftar terseleksi):
Lebih 85 kali pameran di berbagai negara dan kota seperti Beijing, Shanghai,Jakarta (Galeri Nasional, Edwin’s Gallery, Galeri Hadiprana, Galeri Mon Décor, Nadi Galeri, Galeri Canna, One Gallery, Galeri Lontar, Gedung Arsip Nasional), Galeri Semarang, Surabaya (Galeri Gracia), Bali (Museum Rudana, Griya Santrian).
2016:
“China Indonesia Contemporary Art Exhibition”, Art Museum of China Central Academy of Fine Arts, Wangjing, Beijing.
“Sekaliber”, TahunMas Art Room, Yogyakarta.
2015:
“Character”, Galeri Limanjawi, Borobudur, Magelang.
“Pameran Bersama Imago Mundi”, pameran bersama WINA Gallery di Italia.
“Pameran Dies Natalis UGM “, PKKH UGM, Yogyakarta.
2014:
“In Your Hand”, Amanjiwo, Borobudur, Magelang.
“Ilustrasi Cerpen KOMPAS 2013”, Bentara Budaya Jakarta & Bentara Budaya Bali.
“Mengusung Revolusi Mental”, Museum Affandi Yogyakarta & Galeri 678 Jakarta.
“Yesterday and Today in Our Veins”, Amanjiwo Art Room, Borobudur, Magelang.
“ISI Isi”, Talenta Organizer/Kemang 58, Jakarta.
2013:
“Indonesia Art Award 2013”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
“Silaturahmi #2”, Bentara Budaya Jakarta.
“Pameran kerjasama Indonesia-Korea”, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.
“Soliloquy Dyan-Lucia-Wara”, Roemahkoe Heritage Hotel, Solo.
“Suka Pari Suka”, Bentara Budaya Yogyakarta.
“Go Back Gojeg: Reuni Akbar 50 tahun SMSR”, Galeri SMSR Yogyakarta.
“Melukis Bersama Sahabat Kartika Affandi”, Museum Kartika Yogyakarta.
2012: 
“Kembar Mayang”, Museum Haji Widayat, Magelang
“Negari Ngayogyakarta Hadiningrat”, Jogja National Museum, Yogyakarta
“53 Tahun Sanggar Bambu Melintasi Waktu”, Jogja Gallery, Yogyakarta
“Pameran Bersama Kelompok Akar Ilalang”, Griya Santrian, Bali.
“Ana Rupa”, Iris Gallery, Yogyakarta
2011:
“ART JOG 2011”, Taman Budaya Yogyakarta”Tribute to Emiria Soenassa: Sedekat Konde Sejauh Cakrawala”, Bentara Budaya Jakarta
”Dreamscapes”, Tembi Contemporary Yogyakarta
 “Revolution of Indonesia”, Art Front Gallery, Singapore
 “Mirong Kampuh Jinggo”, Bentara Budaya Yogyakarta
”Kartini; The Power of Women in Art”,  PKKH UGM Yogyakarta
"Art to Say the Truth" Festival Kesenian Yogyakarta 2011, Galeri ISI  Yogyakarta.
“Pasar Kencrung”, Bentara Budaya Yogyakarta
”A Room of Her Own: Pameran Kolaborasi Seniwati Indonesia-Prancis”, Dimensi Art Gallery, Surabaya
"Srikandi #2: Pameran Kolaborasi Seniwati ISI Yogyakarta",Taman Budaya Yogyakarta
2010:
” Persiapan Jakarta Biennale dari Seni untuk Anak: Buku Ilustrasi Anak”, Galeri Pameran Pusat Kebudayaan Prancis, Jakarta
“Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita” , Balai Soedjatmoko Solo
“Women Carnival”, Orasis Art Galley-Gallery House of Sampoerna, Surabaya
2009: 
“10 Perupa Perempuan” , Salihara Jakarta
“Guru Oemar Bakrie”,  Jogja Gallery Yogyakarta
 “Wong Jawa Ilang Jawane”, Balai Sudjatmoko Surakarta
 “Up & Hope” , D’Peak Art Space Jakarta
“SILVERLININGS Edwin’s Gallery”, Galeri Nasional Jakarta
“EXPOSIGNS 25th Institut Seni Indonesia Yogyakarta”, Jogja Expo Center, Yogyakarta
“Biennale Jogja X-2009”, Sangkring Art Space Yogyakarta
2008:
“Wong Liya”, Bentara Budaya Yogyakarta
“Boys/Girls”, Edwin’s Gallery Jakarta
“Absolut Jawa 50%”, Rumah Jawa Galeri Jakarta
“Manifesto”, Galeri Nasional Jakarta
“Kere Munggah Bale”, Bentara Budaya Yogyakarta
“Family Life”,Taman Budaya Yogyakarta
“The Highlight”, Jogja National Museum
”Senang-Senang”, Tujuh Bintang Art Space Yogyakarta

Postingan populer dari blog ini

SRI HARJANTO SAHID

Tentang Seruni Art Management