RUKUN IMAN: Pameran Guyub Rukun 54 Seniman


Persahabatan di antara seniman adalah hal yang indah. Kerukunan dan gotong royong sangat dibutuhkan untuk kelangsungan seni. Dengan keyakinan tersebut, Alm. Lulus Santosa Santosa menggagas pameran guyub rukun seniman bertajuk "Rukun Iman". Sebenarnya, ide ini telah lama dicetuskan namun terjegal oleh berbagai kendala. Kemudian Alm. Lulus Santosa membicarakannya dengan Seruni Art Management hingga terjadi kesepakatan untuk melaksanakannya. Ini adalah awal mula kerja sama yang sangat indah.
Pada awal persiapan, Seruni Art Management menunjuk Alm. Lulus Santosa sebagai kurator. Dibantu oleh Sentot Widodo Widodo, beliau memilih nama-nama perupa yang akan diikutkan pameran. Sebagian besar berasal dari Yogyakarta, juga ada beberapa dari luar Yogyakarta. Total terdapat 54 perupa yang berpartisipasi. Setiap perupa memiliki kelebihan masing-masing. Keberagaman mereka disatukan oleh tajuk "Rukun Iman". Menurut Alm. Lulus Santosa, tajuk tersebut berarti kerukunan dan kepercayaan pada sesama teman. Jadi tema lukisan yang dipamerkan sengaja tidak dibatasi. Dipercayakan kepada senimannya untuk menampilkan karya terbaiknya sesuai dengan karakternya masing-masing.
Pameran ini memang dilaksanakan untuk menjalin kerukunan antar-seniman. Begitu banyak perupa yang hidup dari dunia seni. Dibutuhkan ikatan dan persahabatan yang erat untuk kelangsungan berkarya. Saling dukung sangat dibutuhkan oleh seniman. Semakin erat hubungannya, semakin enak pula pergaulannya. Kerukunan bisa menjembatani berbagai macam perbedaan. Mulai dari perbedaan usia, suku, agama, ras, hingga ideologi. Dunia seni yang dilengkapi kerukunan akan melahirkan karya-karya yang kaya dan dahsyat.
Atas dasar guyub rukun, diputuskan untuk tidak memungut biaya pameran sepeser pun dari partisipan. Seluruh biaya ditanggung oleh Seruni Art Management, berasal dana yang dikhususkan untuk aktivitas pameran. Yang murni didapat dari keuntungan penyelenggaraan program pameran Seruni Art Management sebelumnya. Tidak ada sponsor atau donatur. Untuk menghormati para perupa, seratus persen pendapatan dari lukisan yang laku akan diberikan pada seniman yang membuatnya. Keputusan itu sekaligus untuk menghargai kerja keras mereka.
Pelaksanaan pameran juga dilakukan secara gotong royong. Karya diantar ke galeri oleh partisipan sendiri, lalu diambil sendiri saat pameran selesai. Lebar lukisan ditentukan 1 meter dan panjangnya bisa lebih. Namun karena beberapa perupa tidak mempunyai lukisan kecil, diperbolehkan mengirim yang lebih besar. Penataan karya dan penjagaan pameran juga dilakukan bersama-sama secara bergiliran. Selain itu, para perupa berhak mencari kolektor masing-masing. Tentunya Seruni Art Management membantu mencari kolektor. Apabila ada transaksi, perupa dan kolektor akan dipertemukan langsung.
Keluarga Alm. Lulus Santosa, Sentot Widodo, dan Seruni Art Management mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman yang berpartisipasi mengikuti pameran ini. Meskipun semuanya hanya diawali secara jawilan saja, tetapi mendapat sambutan yang luar biasa hangat. Ini membuktikan bahwa kerukunan dan rasa percaya kepada sesama teman sedemikian kuat di antara para seniman. Sungguh merupakan modal dasar yang penting untuk membangun kehidupan kesenian yang amat sangat indah.
Setelah melalui berbagai proses, persiapan pameran pun makin matang. Hingga terjadilah suatu insiden yang sangat menyedihkan. Beberapa minggu sebelum pameran, Alm. Lulus Santosa meninggal dunia. Namun tugasnya sebagai kurator telah dilaksanakan dengan baik. Oleh karena itu, namanya tetap dicantumkan sebagai kurator. Tugas-tugas selanjutnya diteruskan oleh Sentot Widodo, Suharti K. (istri Alm. Lulus Santosa), dan Seruni Art Management. Semua pihak telah berusaha sebaik mungkin mewujudkan impian Alm. Lulus Santosa. Mari kita doakan bersama semoga beliau memperoleh tempat terindah di samping Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Ratu Pandan Wangi
Ko-kurator Pameran

Seruni Art Management mengundang Anda menyaksikan pameran seni rupa yang mengusung tema indahnya guyub rukun seniman dan sinergi keunikan masing-masing karyanya. PEMBUKAAN PAMERAN pada hari Jumat, 9 Desember 2016 pukul 19.00 di di TAHUNMAS ARTROOM, Jl. Sapto Hudoyo, Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Diresmikan Prof. Nasir Tamara, APU, Ph.D dan Dr.-Ing. Greg Wuryanto, M.Arch. Hiburan: Live Acoustic Music & Performance Art.
Menampilkan karya 50-an seniman terpilih:
Andi Yulianto, Angga Sukma Permana, Anwar Musadad, Buniyal Abroru, Dyan Anggraini, Edi Maesar, Edwin Istopo Raharjo, Eko Haryono , Ekwan Marianto, Evrie Irmasari, Gunardi, Haitamy EJ, Heni Susilawati, Heru "Dodot" Widodo, Hety Nurani, Iin Kersen, Indah Mulyani, Iskandar SY, Iswanto , Joko Nastain, Kara Welang, Karte Wardaya, Klowor Waldiyono, Lahendra Tri Purba, Lisya van Sorren, Lulus Santosa, Luwy Blaster, Muhammad Fuad Riyadi, Nugrowantoro, Raih, Ristiyanto Cahyo Wibowo, Rommy Hendrawan, Sentot Widodo, Seruni Bodjawati, Sigit Purnomo , Sindu Cutter, Sito P,, Sitok Srengenge , Smedi, Soenarto Pr, Sri Ambarwati, Sri Harjanto Sahid , Sri Pramono, Suharti, Supantono, Tarman, Toto Andryanto, Totok Buchori, Tri Bakdo, Wage ES, Wara Anindyah, Watie Respati, Yohan Widya Anugrah, Yosi Chatam.
Kurator: Alm. Lulus Santosa, Ko-kurator: Ratu Pandan Wangi
Berlangsung 9 - 22 Desember 2016.
Buka setiap hari pukul 10.00 - 18.00 WIB. GRATIS dan terbuka untuk umum. www.seruniartmanagement.com 

Postingan populer dari blog ini

SRI HARJANTO SAHID

WARA ANINDYAH

Tentang Seruni Art Management